Kamis, 28 Mei 2009

Dahsyatnya Waktu Sepertiga Malam Terakhir


QIYAMULLAIL, bangun malam untuk tahajjud, adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum umat Muhammad SAW. Bagi Rasul dan para sahabat kurun awal, qiyamullai merupakan amal wajib yang mesti ditunaikan. Di saat fajar dakwah Islam mulai menyingsing, qiyamullail adalah penyejuk dan penyegar jiwa. Orang Islam yang pada masa itu terus menerus dihempas oleh gelombang penderitaan dan penindasan. Kala itu qiyamullail menjadi wahana tempat mukmin berlabuh yang wajib mereka arungi, untuk menambatkan segenap kepedihan yang menghimpit jiwa mereka.

Demi kewajiban inilah Rasul SAW dan pengikutnya menghabiskan malam-malam mereka dengan qiyamullail, hingga kaki mereka membengkak dan kulit-kulit mereka pun menguning. Hanya keringanan dari Allah saja qiyamullail menjadi sunnah bagi para sahabat, namun tidak bagi Nabi Muhammad SAW. Mengapa demikian?. Karena memang qiyamullail memiliki kekuatan yang sungguh mengagumkan dalam mengarungi atmosfer kehidupan ini.

Allah SWT pernah bertanya kepada nabi Ibrahim AS: Tahukan kamu mengapa Aku mengangkatmu menjadi khalilullah (kekasih-Ku) Tentu nenek moyang para Nabi itu menjawab: Tidak tahu ya Allah. Allah SWT. berfirman: Karena engkau senang salat malam pada waktu orang lain sedang tidur nyenyak dan senang memberi makan orang.

Rasulullah SAW. bersabda: Hendaklah kalian menunaikan qiyamullail, karena qiyamullail adalah kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian yang bisa mendekatkan kalian pada Rabb kalian, pelebur kesalahan, penghalang dari dosa, dan pengikis penyakit dari tubuh (HR.Ahmad dan Turmuzi).

Melalui ayat Allah dalam surah Al Muzammil, misalnya Allah SWT. menginginkan adanya satu manhaj pada Nabi-Nya. Maka diserunya sang Nabi agar melakukan qiyamullal dan menghabiskan waktunya dengan memperbanyak salat, munajat, zikir dan tilawah Al Quran. Malam adalah waktu yang paling cocok untuk membersihkan jiwa dan memperhalus kalbu, karena itu ibadah di dalamnya lebih bermakna dan lebih berkesan ketimbang saat yang lain.

Berbagai komentar telah disampaikan bagi penikmat tahajjud, yang bagi orang awam, terkadang mungkin terdengar aneh. Simak misalnya kesan seorang ulama: Di dunia ini tiada waktu yang menyerupai kenikmatan para penghuni sorga kecuali kenikmatan yang di dapat oleh orang-orang yang hatinya terbujuk oleh malam karena nikmat dan manisnya bermunajat. Fudhail bin Iyadh berucap: Bila matahari terbenam, aku senang dengan kegelapan, karena aku dapat berkhalwat (bersunyi diri) dengan Rabbku. Namun bila matahari merekah, aku begitu sedih, karena banyak orang-orang masuk menemuiku. Sedangkan Abu Sulaiman bertutur: Ahlal lail (orang yang selalu berjaga pada malam hari dengan qiyamullail) lebih nikmat di saat malam mereka ketimbang dengan orang yang menganggur dan pesta pora dalam permainan mereka. Bila bukan karena malam, aku tidak suka untuk tinggal di dunia.

Ada kisah menarik berkaitan dengan qiyamullail ini. Adalah Sultan Muhammad Al Fateh, seorang pemimpin yang disebut oleh Rasulullah SAW. sebagai sebaik-baik pemimpin yang akan memimpin Konstatinopel. Sejak kecil Sultan Muhammad Al Fateh dididik oleh seorang wali sehingga beliau tumbuh sebagai seorang yang mempunyai kepribadian yang unggul. Beliau menjadi sultan menggantikan ayahnya pada usia 19 tahun. Sifatnya tenang, berani, sabar menanggung penderitaan, tegas dalam membuat keputusan dan mempunyai kemampuan mengawal diri (self control) yang luar biasa.Kemampuannya dalam memimpin dan megatur pemerintahan sangat menonjol. Jiwanya sangat tegas bila berhadapan dengan musuh dan lembut bila berhadapan dengan rakyatnya. Kebiasaan Sultan Muhammad Al Fateh di malam hari adalah berkeliling memeriksa keadaan tim dan rakyatnya untuk memastikan mereka bangun dan beribadah malam.

Sejarah mencatat bagaimana Sultan Muhammad Al Fateh yang ketika itu berusia 21 tahun telah berhasil masuk ke Konstatinopel dan menawannya dengan taqwa. Ketika tiba waktu menjelang salat Jumat pertama di Konstatinopel, timbul pertanyaan: Siapa yang layak menjadi imam. Lalu Sultan meminta seluruh rakyatnya bangun berdiri dan berkata: Siapa diantara kalian yang sejak balighnya sampai saat ini pernah meninggalkan salat fardhu, silahkan duduku! Tidak ada seorang pun yang duduk. Ini berarti tidak ada seorang pun diantara mereka yang sejak balighnya sampai saat itu pernah meninggalkan salat fardhu. Al Fateh berkata lagi: Siapa diantara kalian yang sejak balighnya sampai saat ini pernah meninggalkan salat sunat Rawatib silahkan duduk! Lalu sebagian masih tetap berdiri dan sebagian duduk. Sultan berkata lagi: Siapa diantara kalian yang sejak balighnya sampai saat ini pernah meninggalkan salat tahajjud silahkan duduku! Pada saat itu seluruh rakyatnya duduk, kecuali Sultan Muhammad Al Fateh sendiri (Buku Pengembaraan Sang Duta Halilintar Jundullah oleh Taufiq Mustafa SE MBA)

Satu keajaiban telah terjadi. Ketika kapal-kapal pasukan Sultan Muhammad Al Fateh akan memasuki Konstatinopel, pintu air masuk ke pelabuhan di tutup oleh pihak musuh. Namun dengan kekuasaan Allah SWT.kapal-kapal mereka bisa berlayar di atas daratan. Masya Allah.

Apa gerangan kekuatan dahsyatnya qiyamullal itu? Selain janji firman Tuhan dalam Al Isra 79, juga karena pada waktu sepertiga malam terakhir itu ada saat yang sangat mustajab untuk munajat dan memohon ampunan Allah.(22 Februari 2008)

Sumber :
Uti Konsen.U.M.
http://whandi.net/index.php?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=881
28 Mei 2009

Sumber Gambar:

1 komentar: